Tradisi Aneh Menewaskan Seorang Wanita Dan 2 Orang Putranya

Tradisi Aneh Menewaskan Seorang Wanita Dan 2 Orang Putranya

Tradisi Aneh Menewaskan Seorang Wanita Dan 2 Orang Putranya
Tradisi Aneh Menewaskan Seorang Wanita Dan 2 Orang Putranya

 

seorang wanita di Distrik Bajura, Nepal, meninggal mengenaskan bersama dengan dua putranya. Ketiganya wafat waktu punya niat menghangatkan badan di cuaca dingin. ketiganya disangka meninggal karena hirup asap waktu tertidur di gubuk. Selimut di gubuk yang dipakai untuk tidur terbakar beberapa.

“Ibunya diketemukan dengan luka bakar di kakinya,” kata polisi pada kantor berita AFP.

Dua anak yang meninggal berumur 12 serta 9 tahun. Tiga jenazah yang diketemukan telah diserahkan pada keluarga untuk upacara kematian.

Gubuk sebagai tempat ditemukannya tiga jenazah itu dalam sejarahnya biasa dipakai oleh wanita yang tengah alami menstruasi atau baru melahirkan. Wanita diminta tidur dalam gubuk atau kandang ternak sebab dipandang tidak suci.

seorang wanita

Wanita pun dilarang menyentuh sapi serta lelaki. Bahkan juga tidak dikasih makanan sampai dilarang ke toilet. Wanita yang tengah alami menstruasi atau baru melahirkan mesti menjauh dari desa. Sekarang ini, praktek tradisionil tidur di gubuk itu telah dilarang di Nepal. Tapi beberapa penduduk pedesaan masih tetap ada yang mengaplikasikan cara itu.

Awal mulanya di terangkan Kebiasaan ini ialah sisi dari kebiasaan Hindu kuno, yang yakini jika darah wanita haid serta wanita habis melahirkan ialah darah kotor yang dapat membawa beberapa jenis perihal jelek dalam kehidupan. Dari mulai tidak berhasil panen, penyakit, sampai kematian hewan ternak mendadak. Beberapa yakini jika wanita yang tengah haid atau nifas dapat mengundang ular, hingga jika tidak diasingkan dapat membahayakan keluarga yang lain. Utamanya, wanita yang tengah ‘berdarah’ mesti dijauhi sebab beresiko.

Mereka dilarang berkomunikasi dengan orang yang lain, share makanan, atau menggunakan sumber air penting yang biasa digunakan oleh masyarakat yang lain. Mereka pun dilarang makan daging, sebab dipercaya akan membuat ternak mati mendadak. Mereka pun dilarang minum susu, karenanya akan membuat hewan ternak berhenti menghasilkan susu. Sesaat yang masih tetap remaja, haid pun bermakna tidak bisa sekolah serta menyentuh buku. Secara singkat, wanita haid serta nifas dipandang seperti pemicu dari semua beberapa hal jelek dalam dunia.

Dengan hidup yang demikian terisolir ini, lingkungan rumah pun jadi tidak sehat serta menyebabkan banyak penyakit membahayakan. Ditambah lagi mereka pun dilarang membawa selimut serta baju hangat waktu ‘tinggal’ disana. Serta rumah yang terbuka pun tingkatkan kekuatan serangan hewan buas serta gigitan ular berbisa. Yang sangat memilukan, mereka pun sering alami penyerangan serta pelecehan seksual. Dengan keadaan semacam ini, mereka bukan sekedar melawan bahaya yang meneror nyawa, tetapi pun desakan mental yang dapat mengakibatkan kerusakan jiwa.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *