Thailand Mulai Berbenah Sesudah Badai Tropis Pabuk Tuntas Mengamuk

Thailand Mulai Berbenah Sesudah Badai Tropis Pabuk Tuntas Mengamuk

Thailand Mulai Berbenah Sesudah Badai Tropis Pabuk Tuntas Mengamuk
Thailand Mulai Berbenah Sesudah Badai Tropis Pabuk Tuntas Mengamuk

Masyarakat di Thailand selatan mulai berbenah sesudah beberapa rumah serta bangunan rusak karena diterjang Badai Tropis Pabuk, yang melemah pada Sabtu 5 Januari 2019 malam, serta sekarang meluncur ke arah Laut Andaman. Beberapa maskapai penerbangan kembali beroperasi dari serta ke arah Thailand selatan, termasuk juga penyediaan agenda tambahan untuk mengangkat beberapa wisatawan yang terjerat badai.

Diluar itu, sebagimana diambil dari The Straits Times pada Minggu (6/1/2019), service penyeberangan feri pun ditingkatkan untuk mengangkat beberapa pelancong yang terjerat di pulau-pulau resor, termasuk juga Koh Phi Phi. Otoritas ditempat melarang untuk sesaat waktu pemakaian kapal-kapal kecil di dalam intimidasi resiko pertemuan gelombang tinggi di Teluk Thailand serta Laut Andaman.

Selain itu, team penyelamat kerja untuk bersihkan tiang-tiang listrik ambruk, pohon-pohon roboh, serta puing-puing yang lain yang dikarenakan oleh hantaman gelombang raksasa.

Badai Tropis

Mengenai beberapa pengungsi diizinkan menilik rumah mereka untuk mulai berbenah serta mengevakuasi beberapa barang yang basah oleh banjir bandang. Menurut Walikota Pak Phanang, Phicheat Klasukhon, supply listrik sudah sukses dipulihkan di hari Sabtu, akan tetapi tersedianya air bersih masih tetap langka.

“Kami betul-betul memerlukan supply air untuk bersihkan semua ruang yang terserang efek badai, dan sekaligus juga hindari resiko epidemi,” kata Klasukhon.

Kota Pak Phanang, yang diketahui sebab industri perikanan serta peternakan sarang burungnya, dimaksud adalah ruang terdampak sangat kronis. Mengenai di lokasi wisata popular di Thailand selatan, seperti Krabi contohnya, rusaknya dilaporkan tidak demikian kronis.

“Tetapi sebab beberapa hari hujan deras, yang kami cemaskan.kuatirkan ialah tanah longsor,” kata Gubernur propinsi Kitibodee Pravitra.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *