Rapor Merah Perlindungan Anak di Dunia Selama Tahun 2018

Rapor Merah Perlindungan Anak di Dunia Selama Tahun 2018

Rapor Merah Perlindungan Anak di Dunia Selama Tahun 2018
Rapor Merah Perlindungan Anak di Dunia Selama Tahun 2018

UNICEF memberikan laporan tidak berhasilnya ( Rapor Merah ) perlindungan anak-anak di lokasi perseteruan. Beberapa ribu anak jadi korban perang tengah juta-an yang lain menderita malnutrisi.
Laporan tahunan yang diedarkan UNICEF, instansi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk anak-anak, Jumat (27/12), mencatat lemahnya usaha perlindungan anak dalam dunia. Angka kekerasan pada anak semakin mencemaskan dari tahun ke tahun.

Di Afganistan seputar 5000 anak terluka kronis sampai terbunuh karena perang. Perihal sama berlangsung di Syria serta Yaman. Anak-anak bahkan juga meninggal terbunuh di bis yang akan mengantar mereka ke sekolah. Di Ukraina timur, seputar 400 ribu anak sehari-harinya melawan intimidasi kematian waktu melintas ruang perseteruan yang dipenuhi ranjau aktif.

Penderitaan anak-anak di beberapa tempat dipandang sudah sampai level yang berlebihan. “Pihak yang bertikai memiliki komitmen lakukan kejahatan tiada mendapatkan hukuman. Sekarang keadaan semakin lebih buruk. Ada banyak yang butuh serta mesti dikerjakan membuat perlindungan serta membantu anak-anak,” tutur Manuel Fontaine, direktur program darurat UNICEF.

Anak-anak ikut sering jadi korban penculikan atau jadikan “senjata” perang seperti di Somalia, dimana 1200 anak diculik serta dilatih menjadi ‘tentara’ perang. Sedang di Kamerun 60 anak diculik dari sekolah di Nkwen untuk jadikan tawanan perang.

Karena perseteruan tidak cuma kematian, beberapa ribu sekolah ditutup, akses kesehatan juga hanya terbatas. Mal nutrisi berlangsung, pertolongan pada pasien ebola terhalang. Belum juga angka kejahatan seksual yang selalu bertambah.

“Waktu perang berlangsung, janganlah menyerang anak-anak! Tiap-tiap pihak mempunyai tanggung jawab membuat perlindungan anak-anak. Bila tidak, anak-anak bersama keluarga serta komunitasnya selalu menanggung derita serta melawan kehancuran sekarang ini serta di waktu mendatang,” tegas Fontaine.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *