Pengakuan Terbaru Iwan Maulana Pembantai Keluarga dengan Sadis

 

Pengakuan Terbaru Iwan Maulana Pembantai Keluarga dengan Sadis, Nasi telah menjadi bubur, tiada lagi guna penyesalan setelah kalap berujung nyawa yang melayang. Di hadapan polisi yang meringkusnya, ia bersaksi. Pembunuh sadis satu keluarga di Aceh, Ridwan ‘Iwan’ Maulana (22), mengaku menghabisi nyawa ketiga korbannya secara spontan.

Sore itu, Jumat (5/1/2017) Ridwan sedang menaikkan barang ke mobil. Namun tiba-tiba korban, Asun, memarahi dan melontarkan kata-kata kasar pada Ridwan. Ridwan yang merasa direndahkan, lenyap kesabarannya. Saat Asun membelakanginya, Ridwan pun menyerang Asun secara brutal dengan pukulan berkali-kali.

Image and video hosting by TinyPic

Ridwan juga sempat mengambil sebilah kayu untuk melumpuhkan korban. Hingga akhirnya ia mengambil pisau di dapur untuk menghabisi nyawa Asun. Tubuh Asun lalu diseret dan di kunci di kamar mandi seperti diberitakan dari laman Serambi Indonesia.

Saat masuk ke dalam ruko, ia bertemu istri Asun, Minarti Ridwan yang kalap menghabisi nyawa Minarti dengan senjata yang sama. Tiba-tiba anak Asun dan Minarti, Calliestos NG (8) yang terkejut lantas berteriak.

Khawatir tetangga mendengar teriakan si bocah, Ridwan langsung menghabisi nyawa anak tak berdosa itu. Selesai melakukan perbuatannya yang bengis, Ridwan melakukan pelarian yang panjang hingga akhirnya mendarat di Sumatera Utara.

http://indoliputan6.net/kumpulan-dan-jenis-game-ada-agen-kasino-rajabakarat-com/
Ayo kunjungi Patner Kami di www.rajabakarat.com
Agen kasino yang menyediakan berbagai Permainan
Baccarat I Rouletter I Dragon Tiger I Sicbo I Online Slots
Di Tunggu Pendaftaran nya ya 🙂

silahkan add pin bbm kami : D8C88BC6
Terima Kasih

Polisi bergerak cepat melacak keberadaan pelaku pembunuhan satu keluarga di Aceh.

Tim satuan reskrim Polresta Banda Aceh bersama personel Jatanras Polda Aceh dan personel Polres Deli Serdang, Sumut akhirnya membekuk pelaku di bandara Kualanamu, Deli Serdang sekitar pukul 17.30 WIB, Rabu (10/1/2018).

Pria itu, Iwan Maulana (22) tak lain adalah sopir angkutan di unit usaha milik korban Asun. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar telah membenarkan kabar penangkapan pembantai keluarga di Gampong Mulia itu.

“Iya benar, sudah ditangkap oleh tim gabungan Polda Aceh dan Polda Sumatera Utara,” kata Misbahul.

Sebelumnya, tiga jenazah bersimbah darah ditemukan mengenaskan di ruko di Dusun Pocut, Meurah Inseun, Gampong Mulia, Senin (8/1/2018)

Korban adalah Tjie Sun alias Asun (suami), Minarni (istri), dan Callietos NG (anak berusia 8 tahun). Jenazah Asun ditemukan dalam keadaan leher digorok. Begitu pula dengan anaknya, bahkan kepalanya terputus. Sedangkan pada leher Minarni terdapat bekas cekikan, ia ditemukan dalam kondisi tanpa busana.

Misbahul Munauwar mengatakan, kepada petugas tersangka mengaku sakit hati, karena sering dimarahi dan dicaci setiap hari oleh korban.

Image and video hosting by TinyPic

Tersangka pun, kata Kombes Misbahul, gelap mata, yang berujung pembunuhan terhadap Asun beserta istri dan anak laki-laki mereka Calliestos secara tragis.

“Tersangka mengaku kepada petugas, tidak tahan dengan kata-kata kasar serta makian yang dilontarkan oleh korban,” kata Kabid Humas Polda Aceh.

Sebelum lakukan pembunuhan, melalui Facebook pribadinya, pelaku ternyata sempat menggungah postingan bernada ancaman.

“Aku bisa menjadi Teman Yg Baik,
Sahabat Yg Baik,
Pacar Yg Baik,
Bahkan Musuh Yg Paling BERBAHAYA…
Tergantung Bagaimana Caramu….. memperlakukan Ku…!
#Tunggu_aja_tanggal_main_nya,” tulis Iwan Senin (1/1/2018) pukul 20.43 WIB.

Status Facebook tersebut merupakan unggahan yang terhubung dari akun Instagramnya. Pada unggahan tersebut Iwan menyertakan foto dirinya dalam versi monokrom (hitam putih).

Setelah itu, pelaku juga sempat menyiarkan tayangan Facebook Live yang memperlihatkan dirinya saat berada di sebuah warung makan. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dalam kasus pembunuhan ini.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *