Pemeran Video Dewasa Miyabi Merepotkan Imigrasi Bali Perihal Show Terselubung

Pemeran Video Dewasa Miyabi Merepotkan Imigrasi Bali Perihal Show Terselubung

Pemeran Video Dewasa Miyabi Merepotkan Imigrasi Bali Perihal Show Terselubung
Pemeran Video Dewasa Miyabi Merepotkan Imigrasi Bali Perihal Show Terselubung

Bulan November 2018 publik dibikin geger dengan berita penangkapan bekas artis panas Jepang Maria Ozawa alias Miyabi oleh Imigrasi Denpasar, Bali. Selidik miliki selidik, Miyabi hadir dengan visa kunjungan, tetapi dia sebenarnya hadir acara yang dikomersilkan.

Penangkapan Miyabi itu berlangsung pada Selasa (6/11) kemarin. Miyabi diamankan petugas imigration selesai pesta ulang tahun sahabatnya, Barbie Nouva di lokasi Kesiman, Denpasar.

Imigrasi menjelaskan kontrol Maria Ozawa bermula dari terdapatnya entry ticket yang menyebar di sosial media untuk ikuti pesta ulang tahun teman dekat Miyabi itu.

PIHAK IMIGRASI

Harga ticket yang tercantum di selebaran sosial media itu dari mulai Rp 6 juta sampai Rp 22 juta untuk ticket pesawat, hotel, wanita pendamping, VVIP transport, makan malam, after party, photobooth, serta lucky draw.

Tempat pesta juga awalnya dimaksud di kapal pesiar, akan tetapi pada akhirnya geser ke satu Villa di lokasi Kesiman, Denpasar. Petugas imigration lakukan penyamaran dengan beli empat ticket untuk pastikan adakah pelanggaran yang dikerjakan Maria Ozawa.

Empat petugas imigration ini juga ikuti pesta ulang tahun Barbie Nouva. Mereka sempat juga berfoto bersama dengan Miyabi serta Barbie Nouva menjadi sisi dari paket ticket yang dibayarkan.

“Berkaitan tanda-tanda penerimaan uang, itu entry poin kami mengapa kami turunkan team. Manfaat kami ialah pengawasan pada pekerjaan orang asing, bukan pesta ulang tahun, tetapi pekerjaan orang asing, ada unsur komersialisme. Akan tetapi kita harus juga memiliki perspektif yang outward looking, memang itu di Indonesia perihal yang belumlah wajar, di luar bring your own (BYO) biasa sekali, undangan RSVIP BYO itu biasa, bahkan juga mereka bawa serta makanan, minuman dikumpulin di meja, hanya sebab tidak teratur di sini pada akhirnya membayar, ini Bali, tetapi kita condong jika kita konsentrasi pada pelanggaran yang dikerjakan oleh orang asing itu,” kata Kepala Divisi imigration Kanwil Hukum serta HAM Bali Agato Simamora waktu jumpa wartawan di kantornya, Kamis (8/11).

Agato pastikan kontrol Maria Ozawa sesuai dengan mekanisme, saat disuruh hadir esok harinya pihak manajemen Maria Ozawa tunjukkan ticket pulangnya pada Rabu (7/11). Hingga kontrol dikerjakan malam itu juga. Ia ikut pastikan kehadiran Maria Ozawa ke kantor imigration Bali memakai mobil yang berlainan dengan petugas, hingga ia yakini tidak ada pelanggaran yang dikerjakan anak buahnya.

Rupanya sesudah dikerjakan kontrol, Maria Ozawa tidak tahu masalah terdapatnya cost yang ditanggung penyelenggara pesta ke beberapa tamu undangan. Karena, Miyabi mengakui hadir menjadi rekan. Miyabi juga langsung dilepaskanpukul 02.20 Wita.

“Tidak ada kemauan yang berkaitan, tidak ada mens rea yang berkaitan untuk komersialisme pada pesta ulang tahun. Hingga kami bisa yakini yang berkaitan sebab memakai visa kunjungan untuk wisatawan mempunyai ticket kembali, tidak ada tanda-tanda lakukan pelanggaran pidana jadi kepala kantor selekasnya akan memutuskan untuk melepas yang berkaitan dengan baik, serta tidak ada permasalahan komunikasi dalam soal bahasa Inggris, tidak ada permasalahan dalam komunikasi. Kami berikan jika ini mekanisme yang dikerjakan atas beberapa info yang kami punya, kami minta maaf atas ketidaknyamanan serta silahkan pulang,” tuturnya panjang lebar.

Tidak cuma itu, bali imigration ikut menyanggah beberapa tuduhan miring yang dialamatkan pada institusinya berkaitan penangkapan Maria Ozawa. Dari mulai rumor selfie, masalah petugas berbahasa Inggris sampai lari membawa kabur paspor Miyabi. Agato pastikan semua petugas yang mengecek Maria Ozawa telah diminta klarifikasi.

“Kami menampik pernyataan lari, membawa lari paspor. Seseorang petugas diperlengkapi surat pekerjaan akan melakukan pekerjaan itu sampai tuntas, cukup aneh jika seseorang petugas lari dari orang yang telah dicheck,” tegasnya.

Ia ikut pastikan pengusutan pada Miyabi dikerjakan sesudah pesta dikatakan tuntas oleh MC. Lalu petugas tunjukkan surat pekerjaan serta sinyal pengenal, baru lalu minta jati diri Miyabi. Ia ikut menyatakan tidak ada selfie yang dikerjakan oleh anggotanya.

“Selfie berikut ya (sekalian memeragakan style selfie), kami satu institusi, kami mempunyai jati diri, nilai-nilai yang pantas. Ini bukan selfie, di tempat acara serta tidak ada selfie. Jika ada ya saya tindak. Norma kepatutannya tidak ada. Kami telah mengklarifikasi ke petugas kami tidak ada,” tutur Agato sekalian tunjukkan beberapa photo yang diambil petugas bersama dengan Miyabi serta Barbie Nouva waktu acara.

Akan tetapi apakah kata pihak Miyabi? Mereka memelintir langkah penegakan hukum diatas serta mengakui sedih dengan kontrol petugas Imigrasi itu.

Sesudah tunjukkan paspor, menurut Miyabi petugas tidak diduga membawa kabur paspornya. Tidak cuma itu, Miyabi yang hadir memakai visa turis itu ikut sedih sebab petugas imigration cuma ingin selfie.

“Sesudah bicara saat dua jam di kantor, mereka cetak beberapa dokumen buat saya tandatangani. Mereka memberikan kembali paspor saya serta menjelaskan begitu terkenalnya saya di Indonesia. Sesudah itu mereka memintaku untuk berfoto selfie dengan saya,” tutur Miyabi di account Instagramnya, Rabu (7/11).

“Beberapa orang imigration mengarang narasi, mengintai serta menghimpun info. Mereka mencari serta ambil paspor saya cuma untuk SELFIE DENGAN SAYA!?” sambungnya jengkel.

Kekecewaan masalah rumor selfie ini pula disuarakan oleh teman dekat Maria Ozawa, Barbie Nouva. Barbie lalu mengupload bukti itu di Instagramnya, tampak seseorang pria berpakaian hitam dengan wanita yang disangka Maria Ozawa sekalian tertutupi dengan emoticon sinyal hati.

Dua hari sesudah penangkapan Miyabi, dua orang konsulat Jepang juga mendatangi kantor imigration Bali untuk meminta klarifikasi kontrol Miyabi. Waktu itu ke-2 perwakilan dari Konsulat Jepang tidak memberi komentar serta hindari wartawan.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *