Kuburan di Gorontalo Dipindahkan Gegara Beda Pilihan Caleg

Kuburan di Gorontalo Dipindahkan Gegara Beda Pilihan Caleg

Kuburan di Gorontalo Dipindahkan Gegara Beda Pilihan Caleg
Kuburan di Gorontalo Dipindahkan Gegara Beda Pilihan Caleg

 

Dua kuburan di Desa Toto Selatan Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, dipindahkan keluarga. Pemilik tanah kuburan, yang masih tetap miliki ikatan keluarga dengan almarhum, minta keluarga mengalihkan kuburan sebab berlainan pilihan calon legislator .

Kuburan yang dipindahkan ialah kuburan almarhum Masri Dunggio, yang telah disemayamkan 26 tahun kemarin, serta almarhumah Sitti Aisya Hamzah, yang baru satu tahun disemayamkan di halaman belakang punya masyarakat bernama Awono. Perpindahan kuburan itu dikerjakan ini hari.

“Awano itu bukan orang NasDem, yang saya ketahui Awono itu dengan kekerabatan saudara ipar yang mencalonkan diri calon anggota DPRD Bone Bolango. Jadi jalinan dengan partai itu tidak paham. Ia sempat berkata, ‘Kamu jika tidak pilih Nani atau Iriani itu kuburan geser serta ini saya pagar (jalan).’ Nani itu dari NasDem,” kata Abdusalam Polontolo, keluarga pemilik pendam yang dipindahkan.

Ia menuturkan ketidaksamaan pilihan yang menyebabkan perpindahan kuburan ini pernah dimediasi oleh pihak kades. Tapi tidak ada titik temu serta keluarga pemilik pendam terasa tidak dihargai.

“Kami telah diundang ke kantor kades untuk perantaraan. Tetapi kakak saya telah telanjur luka, kakak saya seseorang janda serta sudah sempat dimaki-maki,” lanjut Abdusalam.

Proses perpindahan 2 pendam ini diwarnai isak tangis keluarga. Pihak keluarga mengakui tidak tega lihat 2 kuburan ini dipindahkan.

Proses pembongkaran kuburan sampai ke perpindahan berjalan hampir 2 jam. Tempat kuburan yang baru tidak jauh dari kuburan sebelumnya.

“Pemicunya itu bahasa ‘kalau kamu tidak pilih, ada yang mati tidak dapat dikuburkan di sini. Itu kuburan Masri mesti dipindah’. Walau sebenarnya yang miliki tempat pendam masih tetap sepupu dengan almarhum,” Lebih Abdusalam.

Selain itu, Kepala Desa Toto Selatan Taufik Baladraf mengatakan persoalan ini muncul seputar Desember 2018. Pihak keluarga yang bersengketa atau memiliki masalah telah diundang untuk perantaraan.

“Kami undang semua bahkan juga kami undang pihak Bhabinkamtibmas dari Polsek Kabila. Semua berikan unek-unek tetapi sebab telah telanjur emosi, yang satu katakan jika tuturnya tempo hari itu emosi, jika ingin geser bisa jika tidak ya tidak jadi masalah. Tetapi ibu pemilik kuburan masih pilih geser tetapi mesti dikasih waktu,” jelas Taufik.

Taufik mengakui waktu rapat perantaraan di kantor desa, ada kata yang diangkat masalah pilih-memilih dalam pileg 2019.

“Tetapi waktu itu telah saya tegaskan hak pilih itu hak kebanyakan orang serta tidak dapat dipaksakan. Jalinan keluarga pemilik tempat serta yang pendam dipindahkan ialah bagus, tapi sebab ada ini (pileg),” pungkas Taufik.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *