Konsumen Protes Salah Satu Desa Aceh Mengharamkan WIFI

Konsumen Protes Salah Satu Desa Aceh Mengharamkan WIFI
Konsumen Protes Salah Satu Desa Aceh Mengharamkan WIFI

indoliputan6 – Mengharamkan pemakaian wifi – jaringan internet nir kabel – di warung-warung dalam suatu desa di Aceh diprotes oleh beberapa pemilik warung kopi serta beberapa golongan muda di desa itu. Semenjak pertengahan November lantas, pimpinan Desa Curee Baroh, Kabupaten Bireuen, Aceh, melarang pemakaian wifi di warung-warung di desa itu sebab dipandang “mengakibatkan kerusakan generasi muda pentingnya anak-anak.”

“Anak-anak tidak mengaji, saat ini telah lupa di warung, bahkan juga beberapa salah satunya memakai wifi untuk melihat video porno,” kata Kepala Desa Curee Baroh, Helmi pada wartawan di Aceh, Hidayatullah yang memberikan laporan untuk BBC News Indonesia.

Akan tetapi ketetapan ini dipertanyakan oleh beberapa anak-anak muda dan seseorang pemilik warung di Desa Cureeh Baroh.

“Saya begitu tidak sepakat serta ketetapan yang telah dikeluarkan oleh pak geuchik (kades),” kata Azkan Nisa, masyarakat desa ditempat.

Kenapa anak muda menampik ketetapan larangan wifi?
Menurut dia, kehadiran wifi justru mendekatkan jarak yang jauh jadi dekat, bahkan juga dapat memperluas wacana anak-anak.

“Jika fakta wifi membuat anak malas mengaji, itu kembali pada pengawasan serta pendidikan yang dikasihkan oleh orangtua pada anak,” pungkasnya pada wartawan di Aceh, Hidayatullah, Senin (26/11).

“Wifi ini tehnologi, semua kelompok ini hari memakai jaringan itu untuk memudahkan semua masalah,” imbuhnya kembali.

Perihal seirama ikut diutarakan Syahrial Sagier, yang masyarakat desa ditempat. Ia memandang kecemasan pimpinan desa mengenai ‘dampak’ wifi terhadp anak-anak terlalu berlebih.

“Faktanya bila anak-anak ingin melihat apa pun, tidak harus mesti dengan wifi saja, tetapi ikut masih tetap dapat dengan memakai paket data,” kata Syahrial.

“Justru larangan ini berpengaruh pada pemilik warung yang mencari rejeki,” imbuhnya.

Apakah komentar pemilik warung di Desa Cureeh Baroh?
Sesaat, salah seseorang pemilik warung di Desa Cureeh Baroh, Hasanuddin, menjelaskan larangan pemakaian wifi malah akan merepotkan beberapa pedagang. Hasanuddin mengakui cemas ketetapan pimpinan desa yang ‘mengharamkan’ wifi akan berefek pada pendapatannya keseharian.

“Peluang warung kami akan sepi,” kata Hasanuddin pada Hidayatullah yang menjumpai warungnya di pojok desa itu.

“Saat ini serba online, jadi jika dicabut wifi kita akan kesulitan ikut,” tuturnya kembali.

“Tetapi jika mereka (perangkat desa) memaksa untuk dicabut, iya mesti serentak (semua warung). Tidak mungkin saja kita menantang,” kata Hasanuddin dengan suara getir.

Apakah respon pimpinan Desa Cureeh Baroh?
Meskipun ketetapannya memunculkan reaksi penolakan, pimpinan Desa Cureeh Baroh bersikeras masih meneruskan kebijaksanaannya ‘mengharamkan’ wifi di warung-warung di desanya.

“Bila pemilik warung tidak dengarkan, akan kita laporkan ke polisi, sebab awal mulanya kita telah keluarkan surat untuk mencabut wifi,” kata Kepala Desa Curee Baroh, Helmi.

Selebaran imbauan larangan pemakaian wifi mulai ditempelkan oleh aparat Desa Curee Baroh semenjak Selasa (13/11) lantas di enam warung di desa ditempat yang memakai jaringan internet nirkabel alias wifi. Dalam lembaran pemberitahuan, pimpinan desa menuturkan jika wifi “bisa mengakibatkan kerusakan generasi muda terpenting sekali anak-anak dibawah usia”.

“Anak-anak tidak mengaji, saat ini telah lupa di warung, bahkan juga beberapa salah satunya memakai wifi untuk melihat video porno,” tuturnya.

Apa langkah larangan sepengetahuan Kantor Dinas Syariat?
Larangan pemakaian wifi yang diaplikasikan oleh pimpinan Desa Curee Baroh tidak kenali oleh Dinas Syariat Islam, Kabupaten Bireuen.

“Selama ini kita belumlah memperoleh surat larangan pemakaian wifi yang dikeluarkan oleh Desa Curee Baroh,” kata Jufliwan, Kepala Dinas Syariat Islam, Kabupaten Bireuen Aceh.

“Jadi kita belum juga dapat keluarkan jawaban apa pun, sebelum surat itu masuk ke Dinas Prasyarat Islam serta kita membaca dengan baik beberapa poin larangan wifi,” tegasnya.

Menurut dia masalah jaringan internet adalah tanggungjawab Kementerian Info serta Komunikasi serta kantor dinas di bawahnya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *