Gubernur Jawa timur Dipilih Khofifah Bicara Program Kerja 100 Hari

Gubernur Jawa timur Dipilih Khofifah Bicara Program Kerja 100 Hari

Gubernur Jawa timur Dipilih Khofifah Bicara Program Kerja 100 Hari
Gubernur Jawa timur Dipilih Khofifah Bicara Program Kerja 100 Hari

Program Kerja Gubernur Jawa Timur dipilih Khoifah Indar Parawansa mengakui mulai membuat taktik 100 hari pertama sesudah dilantik bersama dengan Emil Elestianto Dardak.

Didapati wartawan selesai hadir pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Tulungagung di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, menjelaskan beberapa program program yang ingin diikutkan ialah One Pesantren One Product (OPOP) dan pengaturan pasar.

“Kami ingin One Pesantren One Product dapat jadi program 100 hari di Jawa Timur ke depan. Nah salah satunya yang kami harap ialah dari beberapa intelektual NU (ISNU) lakukan pengembangan serta memberi rujukan, sebab sepakat serta tidak sepakat sekarang ini kita bertemu dengan percepatan perkembangan tehnologi,

Menurut dia peranan beberapa sarjana dalam penguatan program OPOP begitu dibutuhkan, karena mereka adalah beberapa orang berpendidikan yang lebih erat dengan kelompok santri serta ponpes. Lebih sekarang ini kelompok ISNU menyebar di beberapa instansi mulai pemerintahan sampai swasta.

Khofifah mengakui di masa perubahan tehnologi 4.0 yang cepat, nyatanya ada banyak penduduk Indonesia yang masih tetap bergelut pada teknologo 2.0 serta 3.0. Disebutkan kelompok pesantren tidak bisa ketinggalan, akan tetapi malah turut berjalan maju ikuti perubahan jaman.

Diluar itu Khofifah mengakui, program kerja 100 harinya akan mengarah pada pengaturan bidang pasar agro dan tehnologi pertanian. Bahkan juga untuk percepat itu pihaknya telah lakukan kunjungan ke Taipe Taiwan untuk lihat aplikasi tehnologi pada bidang pertanian sampai pemasaran di pasar agro.

“Kita mesti dapat mereplikasi skema pasar induk yang berada di Taipe, kita mesti kesana , dengan beberapa etape kita yang ingin kerjakan dengan setahap. Ke depan kita mesti lakukan format semacam itu,” katanya.

Pihaknya yakini peranan tehnologi pertanian serta beberapa produk pertanian itu akan makin terpenting untuk dikerjakan pengaturan, sebab hal itu akan bersama-sama dengan proses penduduk terhubung makanan, terpenting sayur serta buah-buahan yang sehat.

“Nah, saya telah mengkomunikasikan hasil kunjungan saya ke Taiwan dengan Dirjen Tanaman Pangan, pesannya ialah bawa serta bibitnya, bawa serta benihnya,tanam di Jawa Timur, lantas kita dapat meningkatkan format itu dengan tehnologi yang pertanian yang bisa saja dapat dikasihkan pada beberapa petani,” jelas Khofifah.

Disebutkan dari studinya ke Taiwan itu pihaknya lihat sangat banyak kesempatan yang dapat dikerjakan oleh Jawa Timur untuk tingkatkan kerja sama lewat beberapa program strategis termasuk juga terdapatnya investasi.

Sesaat Ketua ISNU Tulungagung Mohammad Rifai mengakui akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberi dukungan usaha pemerintah Tulungagung ataupun Jawa Timur dalam lakukan program peningkatan serta pembangunan, termasu terwujudnya program OPOP.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin, ini adalah pekerjaan berat tetapi mesti kami kerjakan. Program One Pesantren One Product kami perasaan begitu baik, sebab pesantren dapat mempunyai produk favorit,” kata Rifa’i.

Menurut dia, pesantren diinginkan dapat cetak beberapa orang yang mempunyai keilmuan dalam bagian keagamaan, ekaligus mempunyai keterampilan spesifik yang dapat diterapkan untuk menggerakkan kemandirian dalam bagian ekonomi.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *